Masih Relevankah Kata-kata Mutiara di Zaman Now?

Di zaman sekarang, kata-kata mutiara masih relevan dipakai? Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat dan menilainya. Kenyataannya, kata-kata indah tersebut justru makin laris manis. Banyak orang yang memakainya untuk berbagai kebutuhan. Ada yang memakainya sebagai caption di Instagram, menuliskannya sebagai status FB dan instastory, membagikannya di Twitter, mengucapkannya ke lawan bicara, mengutipnya sebagai bahan pidato, menyablonnya ke dalam kaos, dan lain-lain. Jadi, kata-kata indah itu ternyata masih relevan meski agak meluas dan kadang sedikit menyimpang dari tujuan utamnya.

kata kata mutaiara

Apa yang Dimaksud sebagai Kata-kata Mutiara?

Gampangnya, kita menyebut kata-kata mutiara sebagai kalimat yang indah. Maksud keindahan itu tak lain sensasi membaca atau mendengarnya yang sedikit banyak menggugah perasaan atau batin. Indahnya kata-kata tersebut juga disebabkan pemilihan dan susunan diksi. Kata-kata tersebut ada yang disusun secara harfiah dan ada juga yang berbentuk metafora. Pesan yang ingin disampaikan dalam kata-kata itulah yang sangat penting, supaya orang yang membaca atau mendengarnya merasa termotivasi, tergugah, tergerak, atau terinspirasi untuk melakukan hal yang lebih baik bagi dirinya atau sekitar.

Jenis-jenis Kalimat Mutiara

kata mutiara

Setelah memahami pengertian kata-kata mutiara di atas, apakah kamu kepikiran untuk mencari dan memakainya? Sebelumnya, kamu mesti dapat membedakan berbagai jenis kalimat mutiara. Sekarang sih enak karena kita tinggal mencarinya di Google dan dalam waktu beberapa detik sudah muncul kutipan-kutipan yang dapat kamu pakai. Masalahnya tidak segampang itu kamu akan memakai kalimat-kalimat mutiara tersebut. Mungkin saja kalimat mutiara itu nampak indah dan inspiratif. Namun, jika digunakan tidak secara tepat malah akan janggal dan tidak tepat sasaran. Oleh sebab itu, kamu pun wajib mengenali jenis-jenisnya berdasarkan kegunaan.

Nah, apa saja sih jenis kata-kata mutiara itu? Kalau mau menjabarkan berbagai jenisnya, sepertinya tidak akan pernah selesai. Pasalnya, satu atau beberapa kalimat mutiara dapat masuk ke dalam jenis yang sama. Namun, setidaknya kamu akan lebih memahami cara memakai yang tepat berdasarkan konteks waktu dan situasi.

Relevansi Kalimat Mutiara di Zaman Modern

Sudah dari zaman dulu orang menggunakan kalimat-kalimat mutiara. Tokoh-tokoh terkenal dari zaman ke zaman sering dikutip ucapan dan tulisannya sebagai kata-kata mutiara di masa sekarang. Jadi, mempertanyakan relevansi kalimat-kalimat mutiara di zaman sekarang mungkin agak aneh. Namun, kita pun mesti jujur kenapa pemakaian kata-kata tersebut makin banyak dan sering, tapi terkesan jargonik dan membosankan?

Kita dapat menemukan jawabannya langsung di depan mata. Berapa kali dalam sehari kamu menjumpai kalimat-kalimat indah tersebut? Di dalam buku? Di Billboard pinggir jalan? Di poster tembok dekat kantor? Di kaos yang dikenakan orang di dekatmu? Di papan kampanye politik? Di media sosial? Informasinya begitu tumpah ruah, membludak, dan nyaris semua kalimat indah itu seolah mengajak untuk berpikir atau bertindak positif, tapi yang terjadi malah sebaliknya; toxic positivity. Tidak heran kalau sebagian masyarakat, dan jangan-jangan kamu juga termasuk, merasa bosan dan jengah dengan kata-kata mutiara yang dijumpai.

Kesimpulan

Sampai kapanpun, penggunaan kata-kata mutiara tentu masih relevan. Namun, tergantung bagaimana tujuan kita memakainya dan apakah akan berfungsi sesuai. Kita selalu dapat menemukan sumber-sumber kutipan yang tentu saja subjektif, tapi ketika digunakan punya pengaruh bagi orang yang membaca atau mendengarkan. Yang jelas, kalau itu tujuannya baik, tentu tidak ada masalah karena itu juga yang merupakan substansi dari kata-kata indah tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.